kuceritakan pada dunia

Aku [masih] ada di sini.

Posted by: pam on: 26 Oktober, 2009

x18048084Jalanan gelap. Hujan lebat baru saja berhenti setelah hampir setengah hari mengguyur bumi dengan derasnya. Membuat jalanan yang kami lalui menjadi genangan lumpur. Hujan pula yang membuat kami harus pulang kemalaman.

Sepanjang perjalanan dia menggandengku. Tanganku erat dalam genggamannya. Hangat. Sedangkan tangan yang satunya lagi dipakai untuk menggendong adikku. Kami berjalan perlahan. Genangan air di sana-sini tidak memungkinkan kami untuk jalan bergegas. Sepanjang perjalanan kami tidak berpapasan dengan siapapun. Desa kami tak ubahnya desa mati begitu malam menyapa hari.

Ketika kami hampir sampai, adikku diturunkan dan dia menawarkan aku untuk digendong. Aku canggung. Tapi juga senang. Siapa sih yang tidak senang digendong oleh orang yang kita sayangi dan hanya jarang-jarang kita temui? Begitulah. Aku langsung diangkat dan naik ke pundaknya.

Sejenak aku merasa melayang. Sedikit gamang. Mungkin karena aku takut ketinggian. Aku melihat adikku sudah berjalan menuju ke arah rumah. Masih kudengar lelaki yang menggendongku berteriak kepada adikku dan memperingatkan untuk berjalan hati-hati karena jalanannya licin.

Tiba-tiba – sekali lagi aku merasa melayang. Belum sempat aku menyadari apa yang terjadi, pundakku terasa membentur sesuatu yang keras. Dan mukaku tiba-tiba saja sudah penuh lumpur. Aku tidak ingat apakah aku menangis saat itu atau tidak. Tetapi yang aku ingat, laki-laki itu sudah bangun lagi dan langsung memapahku ke arah rumah. Belakangan aku baru tahu, bahwa kamilah yang jatuh di depan rumah itu dan bukan adikku.

Dan di dalam rumah, aku masih mengingatnya dengan jelas, lelaki itu sibuk membersihkan aku dan memeriksa seluruh bagian tubuhku. Dan tidak menyadari di bagian lututnya, celananya memerah. Berdarah.

***

Lelaki itu adalah bapakku. Beliau menjalani operasi setelah sekian lama tertunda-tunda. Betapa ingin aku bisa mengenggam tangannya lagi. Atau sekedar berjaga di sampingnya.

Tetapi tidak.

Aku [masih] ada di sini. Berusaha menata hati dan berharap semua ‘kan baik-baik saja.

Selingkuh pertamaku (2)

Posted by: pam on: 3 Agustus, 2009

lumayan panik ...

lumayan panik ...

Aku langsung menyambar helm dan memakainya. Dengan tidak sabar, aku memacu shogy ke luar komplek perumahan. Begitu sampai di jalan aspal, aku memaksa shogy berlari sekencang mungkin.

Jalanan yang masih sepi, membantuku menunggangi motor dengan kecepatan tidak seperti biasa. Bahkan ketika di perempatan pemda Cibinong ke arah stasiun, aku sempat menggeber tungganganku sampai 80 km/jam.

Aku kesetanan. Targetnya … aku tidak boleh mengacaukan kencan perselingkuhanku yang pertama ini.

Tidak sampai 20 menit, aku sudah mencapai daerah di sekitar stasiun Bojong Gede yang memang aku sudah survey sehari sebelumnya.  Aku langsung menuju ke salah rumah penitipan motor yang memang banyak terdapat di situ.

Ketika motor sudah aku parkir, aku diam menunggu karcis atau tiket penitipan motor. Tapi penjaganya malah ke bagian lain dari ruangan penitipan motor dan membantu orang yang baru saja masuk. Kulihat orang tadi langsung meninggalkan motornya dan langsung ke luar lagi?

Aku masih bingung. Apakah memang nitip motor di sini tidak diberikan lembar bukti penitipan? Terus, bagaimana nanti pengambilannya? Ah. … aku kan bawa STNK. Jadi kalau memang dia lupa sama aku, aku pasti bisa mengambil motor dengan menunjukkan STNK motor.

Berpikiran demikian, aku langsung menuju ke luar tempat penitipan untuk menuju stasiun, ketika tiba-tiba aku mendengar penjaga penitipan berteriak memanggilku.

“Pak! Helmya gak ditinggal?”

Hah? Saking bingungnya, aku lupa melepas helmku ketika ke luar.

Duuuuh …

Baca entri selengkapnya »

Kekalahan itu menyakitkan

Posted by: pam on: 3 Agustus, 2009

bulutangkis

kalah itu menyakitkan

Aku tidak kuasa untuk melihatnya. Beberapa kali aku menunduk. Sesekali aku bertepuk tangan memberikan semangat. Tenggorokanku tersedak. Tercekat.

Kadang aku ingin berteriak kepada mereka. Sekedar memberi arah. Agar keadaan tidak semakin parah. Tapi aku tidak mampu. Atau mungkin juga karena aku sebenarnya tidak tahu.

Sesekali aku memandang Detha yang ikut cemas. Sedari tadi bidadariku cerewet bertanya. Menang yang mana pak? Keluar atau masuk pak? Dan tiba-tiba aku menjadi orang yang paling tidak sabar menghadapi pertanyaannya. Duh jangan tanyakan apa-apa dulu anakku.

Sekali waktu, mereka bersamaan memandangku. Dengan muka penuh peluh, mereka seakan bertanya kenapa aku tega menyiksanya seperti itu. Wajah mereka lelah. Mungkin juga memendam marah. Ah .. semoga saja tidak.

Diam-diam aku menangis. Dalam hati. Setiap kali mereka dihantam, aku menjerit lirih. Pedih. Tiap kali perlawanan mereka dimentahkan, aku merasakan sakit di ulu hati. Mereka memang yang bermandi peluh. Tapi aku merasa, bahwa kekalahan yang ada adalah kekalahanku.

Semuanya dimulai ketika undangan itu tiba …

Baca entri selengkapnya »

Selingkuh pertamaku (1)

Posted by: pam on: 3 Agustus, 2009

buru-buru nich ...

maaf, buru-buru ...

Akhirnya, aku berselingkuh juga. Dengan tekat bulat dan niat yang mantap, aku memulai perselingkuhan di akhir bulan Juni yang lalu. Kami janjian ketemu pagi buta, jam setengah lima. Ketemu di depan Indomaret di deket gerbang perumahan. Sip!

Tapi karena ini adalah selingkuh pertamaku, malamnya aku malah tidak bisa tidur. Aku masih bisa melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi – berarti jam segitu aku belum tidur. Alarm hape yang aku pasang di 04:45, rupanya tidak mampu menyeretku dari lelap.  Begitu dia melengking, kugerayangi sebentar lalu aku matikan. Kulempar agak jauhan dari tempat tidur.

Berisik banget!

Dan aku meneruskan tidur lagi. Aku baru benar-benar terbangun, ketika hapeku menjerit lagi. Kali ini aku harus bangun dulu untuk menjangkau hape yang rupanya terlempar agak jauh. Tapi ini juga yang membuatkku jadi lebih tersadar walaupun masih setengah keliyengan. Ada SMS. Siapa ya?

Kuraih kacamata di dekat tipi. Pesannya singkat. Yaiyalaaaah .. Namanya juga SMS.

“Saya sebentar lagi sudah mau jalan. Ketemu di depan Indomaret ya?”

Gubrakz!! Kesadaranku langsung pulih.  Dengan panik aku bangun dan menyambar handuk. Aku tidak mau selingkuh pertama ini berantakan gara-gara aku telat janjian. Baca entri selengkapnya »

Aku butuh berselingkuh

Posted by: pam on: 6 Juni, 2009

cari - cari selingkuhan

cari - cari selingkuhan

Aku tidak pernah berpikiran untuk selingkuh. Sekedar lirik kanan lirik kiri, sekali waktu terjadi juga. Bukan karena takut dosa. Atau gak enak sama tetangga. Atau gak tega sama pasangan yang selama ini (gak yakin juga sih) selalu setia.

Tetapi … keadaan yang memaksaku untuk memikirkan perselingkuhan. Kalaupun aku berselingkuh, berarti karena terpaksa.

Halah … selingkuh kok terpaksa.

Sebenarnya aku masih mencoba bertahan dalam hubungan ini. Tapi rupa-rupanya, tidak mudah untuk menerima perlakuan yang benar-benar menempatkan aku ke derajat yang paling rendah. Perlakuan yang membuat aku merasa tidak dibutuhkan sama sekali.

Tidak dihargai!!!

Dihinakan !!

Apa lagi ya kata yang bisa melukiskan hubungan kami?

Baca entri selengkapnya »

Arsip

RSS Cinta Bening

  • Kumohon, berhentilah. 24 November, 2009
    Kumohon, berhentilah menyemai janji-janji di hatiku. Hatiku adalah lahan yang subur untuk menumbuhkan janji-janji itu menjadi harapan yang mekar dan indah hingga rasanya terlalu sakit untuk kamu tebas begitu saja. Kumohon, berhentilah menyemai janji-janji di hatiku, sesederhana apapun itu. Aku tidak pernah meminta terlalu banyak, aku tidak pernah berharap me […]
    Ning
  • Kapok Ngeblog 19 November, 2009
    Belum apa-apa, udah rada kapok ngeblog via mobile(email). Kemarin udah ngetik ampe gempor, tapi karena takut ilang, aku pilih save to draft. Dasar gaptek, setelah save aku mau buka lagi ngga nemu sampai sekarang. Entah deh tulisan itu nyangkut di mana. Di draft message nga ada. Di draft blog juga nihil. Yang jelas sampe sekarang belum [...]
    Ning

RSS Joernal Inne

  • KREMES
    Aku duduk menikmati lelautandan matahari tak datang.Kremes setengah bulat di tangan kiri.Kremes cokelat emas.Manis, sedikit gurih dan... berair?Kremes diantara telunjuk dan ibu jari.Ubi parut, gula jawa dan air mata29 November 2008(dari buku 100% Dianggap Buku Puisi)
  • GAM
    (Gerakan Ayo Menulis) : Taufik Al Mubarakbebankah bila tak di pundaksulitkah bila tak bisa tidakpamit menepi bukan karena sepitapi hatimu kembali ke sisi ibu pertiwimendulang buah gemilangdari beliabelia yang tak boleh hilangditelan jamanditelan kekejamankau ajak mabuk katakatadengan lagu bernada tak burukyang penciptanya terpurukditelan bangsa yang hampir b […]

RSS Buku Harianku

  • Ada rindu di pagi ini 21 November, 2009
    Masih pagi. Pagi banget. Ketika aku melihat bidadari itu memasuki kamar mandi. Telanjang. . Tanpa mengeluh (seperti biasanya) dia langsung menyiramkan air ke badannya. Tidak seperti hari-hari biasa, ketika ritual ngambek dan rewel selalu ada. Padahal saat itu baru pukul 04.10 dini hari. Dan dengan sigap, dia sudah rapi. Mengenakan kaos putih berhias daleman […]
    pam
  • Aku pikir aku sedang tidak bisa berpikir 28 Oktober, 2009
    Kadang seringkali aku ada pada satu kondisi, dimana aku berpikir bahwa pada saat itu aku sedang tidak bisa berpikir. Terlalu banyak yang harus aku pikirkan sehingga membuatku tiba-tiba menyadari bahwa aku justru tidak berpikir apa-apa. Seperti beberapa hari terakhir ini. Banyaknya masalah yang harus aku hadapi secara bersamaan - membuat aku sama-sekali tidak […]
    pam

RSS Yuk Nulis

  • Surat Terbuka untuk Prita 4 Desember, 2009
    Prita Mulyasari, walaupun vonis sudah merambat menghantui hidupmu, tetapi bagiku kau tetap pemenang. Prita Mulyasari, sejujurnya jarang ada orang biasa yang dapat merebut simpati lebih dari mereka yang pejabat.  Dan kau adalah orangnya.  Kejujuran, kesederhanaan, kepasrahan mencuri perhatian orang untuk simpati padamu.  Jadi, bagiku, kau tetap pemenang. http […]
    fekhi
  • Surat untuk Sahabat Pena (3) 4 Desember, 2009
    Duhai sahabat gue yang diberkati Tuhan, Gue sangat berduka, sepeninggal pertemuan itu lu malah jatuh sakit. Lu bilang, waktu kita ketemu lu sudah gejala sakit. Kenapa gak bilang? Lu tau gak, rasanya blingsatan begitu beberapa hari kemudian  lu bilang kalo lu sakit. Suara lu lemah banget. Gue gak bisa bantu apa-apa. Gue gak bisa terbang ke [...]
    Lini

Kegiatanku