Posted by: pam on: 11 Februari, 2009
Aku berhenti melangkah. Perlahan aku membalikkan badan dan melihat sosoknya yang terlihat lelah. Melihatku berbalik, dia mengangkat pandangannya dan mengulang kalimat terakhirnya.
” Iya nih. Gak tahu kenapa, tiba-tiba aku kangen ibuku. “
” Padahal baru ketemu tadi malam loch … ,” sambungnya sambil menyenderkan badan.
” Ya sudah. Ditelpon aja mas. ” Aku menjawab sambil pamitan keluar dari ruangannya. Dari balik kaca, aku melihat dia sudah tenggelam lagi dalam kesibukan kerja yang akhir-akhir ini memang lebih meningkat dari biasa.
Yang tidak terlihat adalah ~ dalam hati ~ aku sibuk mengingat, kapan aku terakhir kali menyapa emak. Dan tiba-tiba kerinduan menyeruak dan membuatku sejenak merasa sesak.
“Aku kangen emak …. “
27 Februari, 2009 pada 12:01
wah… saya setahun yang lalu sempat berpisah dengan keluarga saya.. adik saya sama orang lain.. ibu saya karena sakit harus dirawat di rumah saudara di tanggerang.. karena kesibuka kerka pabrik dari pagi sampai jam setengah 10 malam membuat saya nggak bisa menjenguk kesana selama hampir 4 bulan…
himm… semoga tidak ada yang bisa memisahkan adik saya dan ibu saya yang sangat saya cintai…
“Emak-nya emang di mana pak de…?”