kuceritakan pada dunia

Kamu tega …

Posted by: pam on: 22 Mei, 2009

selingkuhAku berharap semoga masalah ini tuntas sebelum aku harus turun di halte Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan pulang ke anak dan istriku.

“Kamu masih gak ngerti juga ya? Justru kulakukan ini karena aku terlalu mencintai kamu.” Suaranya terisak.

Aku menoleh melihatnya. Sejenak mata kami bertatapan. Ada telaga di matanya. Aku mengalihkan pandangan ke luar. Jalanan tidak terlalu penuh malam ini. Tapi aku membayangkan hatinya pasti sesak.

“Aku sakit. Hatiku sakit. Bohong kalau aku tidak merasa sakit dengan perpisahan ini. Kurang apa aku selama ini? Kamu tega…. Aku gak nyangka banget.”

Suaranya makin lirih. Setengah berbisik. Tapi kepedihan semakin terasa. Aku memandangnya dari pantulan pintu kaca transjakarta yang kami tumpangi. Lagi-lagi mata kami bertemu. Sekejap. Kali ini dia yang membuang pandangan ke arah lain.

Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku bahkan yakin dia tidak ingin mendengar jawabanku.

“Sudahlah mas, memang lebih baik kita berpisah saja. Aku pikir itu yang terbaik buat kita berdua. Hubungan ini tidak akan pernah berhasil.”

Sejenak sepi. Bus yang kami tumpangi merapat di halte cawang-otista. Tinggal 2 halte lagi. Aku berharap semoga masalah ini tuntas sebelum aku harus turun di halte Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan pulang ke anak dan istriku.

Bus berjalan kembali. Terdengar isak tangis. Tertahan. Lirih. Duuuh. Makin runyam.

“Aku sudah memikirkannya. Kamu tuh yang harusnya mikir.”

Sepi. Hanya terdengar suara mesin bus. Menggeram pelan.

“Terserah kamu mau bilang apa. Toh bukan aku yang selingkuh.”

HAH? Selingkuh?

“Jadi kamu mau menyangkal?” Suaranya meninggi. Aku yakin beberapa penumpang mulai memperhatikan.

“Aku tuh sudah tanya sama yang bersangkutan dan dia sudah mengakui kalau dia punya hubungan sama kamu. Dia malah minta maaf dan berjanji untuk ninggalin kamu. Mau bukti apa lagi?”

Bus sampai di perempatan UKI. Kali ini jalanan sesak. Mikrolet menghadang di depan kami dengan angkuhnya. Bus tertahan dan menunggu. Aku juga menunggu.

“Kamu mau jelasin apa lagi? Sudah deh. Aku gak mau ketemu kamu lagi.”

“Aku perlu waktu untuk sendirian dulu. Mungkin itu yang terbaiik.”

Suaranya kembali melemah. Bus beringsut meninggalkan perempatan. Beberapa penumpang beringsut mendekati pintu keluar, membuatnya terdesak ke arahku.

Aku melihatnya lagi.

Telaga di matanya telah beranak tangis. Mati kami bertatapan lagi. Sejenak aku ingin memeluknya. Sekedar membagi penghiburan. Sejenak memberinya tempat menyandarkan hati.

Pintu bus terbuka. Aku melangkah keluar tanpa menyapanya. Ketika bus sudah berjalan lagi, aku masih sempat melihatnya. Menatap keluar dengan handphone masih tertempel di telinganya.

Mungkin dia sedang mendengarkan penjelasan dari pacarnya di ujung telepon sana.

1 Tanggapan ke "Kamu tega …"

Jangan di peluk pak, bahaya bisa jadi niat baik malah bikin runyam segalanya :D

Tinggalkan Balasan

Arsip

RSS Cinta Bening

  • Mari, Kuantar Kau Ke Alam Mimpi 5 November, 2009
    Malam ini aa pulang dengan wajah dan tubuh bagai tanaman yang tidak tersentuh air selama seminggu. Cepat-cepat kusambut tas kerja dan paper bag yang berisi kotak makan yang kusiapkan tadi pagi. “Capek banget, dik,” bisiknya lemah. Aku aku mengangguk dan tersenyum berempati. Tanpa banyak bicara, aku meraih bahu Aa dan langsung membuka satu demi sa […]
    morning dew
  • No Words 30 September, 2009
    Ternyata, membaca tulisan kita di pajang dan diapresiasi oleh orang lain rasanya gimanaaa gitu . Aku merasakan hal ini ketika menemukan tautan dari sini : http://miumiupapaw.blogspot.com/2009/08/no-words.html Butuh waktu beberapa detik untuk membaca beberapa paragraf hingga akhir agar sepenuhnya menyadari bahwa tulisan dikutip dari blogku. Rasanya seperti me […]
    morning dew

RSS Joernal Inne

  • 100% Dianggap Buku Puisi - Sampul depan & belakang
  • Balikpapan #1
    apa yang ingin kukenang tentangmusegalanyajalanjalan kota yang bertabur bersihgang menuju gang lainnyabukitbukit bersemak rumah dan sekolahjendela laut di sepanjang kotapekerjapekerja berbahasa Bugis dan Jawaapa yang ingin kukenang tentangmutak adakau bukan kenangan ketika aku ingin selalu tetap sejantungduren sawit-mal ambasador, 01 November 2009

RSS Buku Harianku

  • Aku pikir aku sedang tidak bisa berpikir 28 Oktober, 2009
    Kadang seringkali aku ada pada satu kondisi, dimana aku berpikir bahwa pada saat itu aku sedang tidak bisa berpikir. Terlalu banyak yang harus aku pikirkan sehingga membuatku tiba-tiba menyadari bahwa aku justru tidak berpikir apa-apa. Seperti beberapa hari terakhir ini. Banyaknya masalah yang harus aku hadapi secara bersamaan - membuat aku sama-sekali tidak […]
    pam
  • Aku menunggumu … 21 Oktober, 2009
    Untuk kesekian kali, aku tidak berhasil menemuinya. Biasanya setiap hari Rabu sore, dia selalu nongol. Tidak langsung menyapa, tetapi sibuk dengan agendanya sendiri. Dan aku hanya bisa diam menunggu, tanpa berani menyapa duluan. Takut mengganggu. Minggu kemarin, ketika aku pulang cepat karena menengok anak seorang teman yang dirawat di RS, dia ternyata muncu […]
    pam

RSS Yuk Nulis

  • Doa Ulang Tahun Buat Ayah 9 November, 2009
    Mungkin dia bukan Suami yang baik Dia tidak romantis dan tidak pernah merayu Dia lebih penuh perhatian pada urusan kantor Dia bisa menunda kepentingan keluarga di atas kepentingan kantor Mungkin dia bukan Ayah yang baik Dia tidak peka dan tidak penuh perhatian Dia bukan sosok panutan yang baik Dia lebih suka lembur daripada libur Diam-diam, kami selalu berdo […]
    Lini
  • HOKINYA CINTA 9 November, 2009
    (Vinna Kurniawati) Hai, namaku Yusa, masih berumur lima belas tahun kelas 1 SMU swasta yang cukup terkenal. Aku gadis biasa saja kok, serius. Hanya saja baru beberapa minggu masuk SMU ini, hidupku jadi lebih dari biasa saja. Bukan sesuatu yang terlalu penting sih, tapi bagiku pribadi ini sudah merupakan langkah besar, langkah yang luar biasa besar. [...]
    black rabbit

Kegiatanku