kuceritakan pada dunia

Aku butuh berselingkuh

Posted by: pam on: 6 Juni, 2009

cari - cari selingkuhan

cari - cari selingkuhan

Aku tidak pernah berpikiran untuk selingkuh. Sekedar lirik kanan lirik kiri, sekali waktu terjadi juga. Bukan karena takut dosa. Atau gak enak sama tetangga. Atau gak tega sama pasangan yang selama ini (gak yakin juga sih) selalu setia.

Tetapi … keadaan yang memaksaku untuk memikirkan perselingkuhan. Kalaupun aku berselingkuh, berarti karena terpaksa.

Halah … selingkuh kok terpaksa.

Sebenarnya aku masih mencoba bertahan dalam hubungan ini. Tapi rupa-rupanya, tidak mudah untuk menerima perlakuan yang benar-benar menempatkan aku ke derajat yang paling rendah. Perlakuan yang membuat aku merasa tidak dibutuhkan sama sekali.

Tidak dihargai!!!

Dihinakan !!

Apa lagi ya kata yang bisa melukiskan hubungan kami?

Diawali dari kabar yang dihembuskan oleh rekan di kantorku, bahwa bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) tidak diperbolehkan lagi keluar arah UKI. Berarti termasuk bus yang aku tumpangi tiap kali ke kantor termasuk yang kena peraturan ini. Duuuh …

Jadwal pulang ke Cibinong yang tidak tentu, membuatkau baru merasakan dampak dari peraturan ini pada hari Jumat minggu kemarin.

Begitu jam kantor usai, aku meluncur ke arah Senen menggunakan ojek, karena takut tidak kebagian lagi bus Senen – Cibinong. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus Metro Mini itu akhirnya datang juga.

Kosong. Aku menjadi penumpang ke-2 yang naik. Bus yang berAC membuatku langsung merebahkan diri. Lumayan. Hotel Borobudur terlewati ketika bus tiba-tiba berhenti.

Mogok? Ohh tidak !!! Bus-nya nge-tem. Apa ya istilah dalam bahasa Indonesianya? Pokoknya gitu deh. Bus baru berjalan 15 menit kemudian. Benar-benar berjalan, karena memang bus beringsut pelan. Dan tertahan sekitar 10 menit sebelum akhirnya lolos melewati rel stasiun Senen.

Laju bus tetap pelan. Duuuh. Sampai di Galur, dia malah ambil jalur sebelah kiri. Jalur lambat. Punggungku mulai terasa capek. Ketika akhirnya bus masuk JORR, tetap saja bus berjalan tersendat. Metro Mini-ku memang tidak melewati UKI dan langsung masuk tol Jagorawi. Tapi, pelannya itu lho .. minta ampun banget.

Ac yang tadinya terasa nyaman mulai terasa mengganggu. Dingin. Ketika aku akan mengatur arah hembusan AC, ternyata … lobang AC di atas kepalaku rusak. Arah ACnya tidak bisa diubah lagi. Harusnya aku tadi pakai topi.

Bus akhirnya keluar juga di pintu tol Citereup. Belok kanan … dan langsung isi solar. Duuuh. Hampir 7 menit harus nunggu lagi. Dan ketika akhirnya aku turun di pasa Cibinong, sudah jam sembilan seperempat. Ya jam 21:15. Berarti lebih dari 3 jam aku tertahan di dalam bus itu.

HUH!!! Benar-benar menjengkelkan.

Rasa-rasanya .. aku (memang) butuh untuk berselingkuh.

Kaitkata:

13 Tanggapan to "Aku butuh berselingkuh"

Aku gak ngerti…tapi tulisannya bagus, untaian katanya enak untuk dibaca, thx yaa

keren oom artikelnya inspiring banget….

wew,,,gara2 bus ngetem, trus kepingin selingkuh?

gue ngerti ,si bpk ini setia sama bus ac jurusan yang biasa dia naiki,terus tau2 muncul aturan lain, hingga bisnya jadi lain jalur, makanya dia butuh berselingkuh (berkendaraan) mungkin dia mau berselingkuh dengan KRL mungkin…

nah klau selingkuh yg sejatinya, wah mana berani he he he

dalam ketidak nyamanan apapun, pasti kita ingin berpaling….
manusiawi banget, ga munafik…emang suka terlintas..katanya selingkuh itu: selingan indah keluarga utuh ……masa..sih…

@ Penunggu Mawar Ungu : Semoga saja tulisanku tidak semakin membuat Anda bingung. Hehehe
@ idotkontji : Sedang belajar mas.
@ karumbu : Kurang lebih gitu.
@ armand : Yup. Anda betul. Kalau selingkuh yang beneran? Hmm …..
@ shinta miranda : selingkuh = ….. hehehehe

Setuju dengan Armand… cuma segitu nyalinya rupanya…

Hwahahaaha. Mang Iyus jadi provokator perselingkuhan nih. Hehehehe

[...] aku tambah lama di jalanan kalau harus naik bis yang dari Senin seperti pernah aku ceritakan di sini, maka aku memutuskan untuk mencoba naik [...]

[...] aku tambah lama di jalanan kalau harus naik bis yang dari Senin seperti pernah aku ceritakan di sini, maka aku memutuskan untuk mencoba naik KRL. Begitu tiba di loket, aku menyodorkan uang 10 ribu [...]

[...] aku tambah lama di jalanan kalau harus naik bis yang dari Senin seperti pernah aku ceritakan di sini, maka aku memutuskan untuk mencoba naik [...]

pengen selingkuh ko alesannya gara2 bus,,,hohohoh

bagus dech gak niat selingkuh beneran.
tapi ni ya andai orang rumah sudah terasa kurang nyaman, jangan langsung berpaling dunk, share aja ke pasangan anda mengenai permasalahan hubungan anda. n sama2 di atasi, jangan langsung berpaling, motor aja law mulai terganggu dbawa ke bengkel kan???!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Antara Tembalang – Manyaran 23 Mei, 2012
    Libur panjang 4 hari beberapa waktu yang lalu, saya manfaatkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas harian sambil mengunjungi mbah putri kesayangan yang sedang sakit di Wonogiri. Pulang naik bis melewati Semarang dan dari sana masuk tol melalui pintu masuk Tembalang, keluar di pintu tol Manyaran. Bagi yang sering atau setidaknya pernah melewati jalur te […]
    Ferni Yustiana
  • TIPS NULIS #7: POINT OF VIEW 20 Mei, 2012
    Wah, tema tips nulis kali ini agak bule, judulnya aja pake bahasa Inggris. Hehehehe… (^_^)Yuk kita bahas, apa itu Point Of View?Point Of View yang saya maksud adalah sudut pandang yang dipakai penulis untuk bercerita pada naskahnya. Sejauh ini saya m...
    Vinna Kurniawati

Kegiatanku

Top Clicks

  • Tidak ada

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

Blog Stats

  • 5,717 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.