<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kuceritakan pada dunia</title>
	<atom:link href="http://yspam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yspam.wordpress.com</link>
	<description>sekedar catatan harian ...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2009 01:26:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yspam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f8320793b4b88d5c4de487c2259905f9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kuceritakan pada dunia</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Aku [masih] ada di sini.</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/10/26/aku-masih-ada-di-sini/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/10/26/aku-masih-ada-di-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/2009/10/26/aku-masih-ada-di-sini/</guid>
		<description><![CDATA[Jalanan gelap. Hujan lebat baru saja berhenti setelah hampir setengah hari mengguyur bumi dengan derasnya. Membuat jalanan yang kami lalui menjadi genangan lumpur. Hujan pula yang membuat kami harus pulang kemalaman.
Sepanjang perjalanan dia menggandengku. Tanganku erat dalam genggamannya. Hangat. Sedangkan tangan yang satunya lagi dipakai untuk menggendong adikku. Kami berjalan perlahan. Genangan air di sana-sini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=441&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-445" style="margin:0 10px;" title="x18048084" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/10/x180480842.jpg?w=170&#038;h=120" alt="x18048084" width="170" height="120" />Jalanan gelap. Hujan lebat baru saja berhenti setelah hampir setengah hari mengguyur bumi dengan derasnya. Membuat jalanan yang kami lalui menjadi genangan lumpur. Hujan pula yang membuat kami harus pulang kemalaman.</p>
<p>Sepanjang perjalanan dia menggandengku. Tanganku erat dalam genggamannya. Hangat. Sedangkan tangan yang satunya lagi dipakai untuk menggendong adikku. Kami berjalan perlahan. Genangan air di sana-sini tidak memungkinkan kami untuk jalan bergegas. Sepanjang perjalanan kami tidak berpapasan dengan siapapun. Desa kami tak ubahnya desa mati begitu malam menyapa hari.</p>
<p>Ketika kami hampir sampai, adikku diturunkan dan dia menawarkan aku untuk digendong. Aku canggung. Tapi juga senang. Siapa sih yang tidak senang digendong oleh orang yang kita sayangi dan hanya jarang-jarang kita temui? Begitulah. Aku langsung diangkat dan naik ke pundaknya.</p>
<p>Sejenak aku merasa melayang. Sedikit gamang. Mungkin karena aku takut ketinggian. Aku melihat adikku sudah berjalan menuju ke arah rumah. Masih kudengar lelaki yang menggendongku berteriak kepada adikku dan memperingatkan untuk berjalan hati-hati karena jalanannya licin.</p>
<p>Tiba-tiba &#8211; sekali lagi aku merasa melayang. Belum sempat aku menyadari apa yang terjadi, pundakku terasa membentur sesuatu yang keras. Dan mukaku tiba-tiba saja sudah penuh lumpur. Aku tidak ingat apakah aku menangis saat itu atau tidak. Tetapi yang aku ingat, laki-laki itu sudah bangun lagi dan langsung memapahku ke arah rumah. Belakangan aku baru tahu, bahwa kamilah yang jatuh di depan rumah itu dan bukan adikku.</p>
<p>Dan di dalam rumah, aku masih mengingatnya dengan jelas, lelaki itu sibuk membersihkan aku dan memeriksa seluruh bagian tubuhku. Dan tidak menyadari di bagian lututnya, celananya memerah. Berdarah.</p>
<p>***</p>
<p>Lelaki itu adalah bapakku. Beliau menjalani operasi setelah sekian lama tertunda-tunda. Betapa ingin aku bisa mengenggam tangannya lagi. Atau sekedar berjaga di sampingnya.</p>
<p>Tetapi tidak.</p>
<p><em>Aku [masih] ada di sini</em>. Berusaha menata hati dan berharap semua &#8216;kan baik-baik saja.</p>
Posted in hari-hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=441&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/10/26/aku-masih-ada-di-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/10/x180480842.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">x18048084</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selingkuh pertamaku (2)</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-2/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 10:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[krl]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Aku langsung menyambar helm dan memakainya. Dengan tidak sabar, aku memacu shogy ke luar komplek perumahan. Begitu sampai di jalan aspal, aku memaksa shogy berlari sekencang mungkin.
Jalanan yang masih sepi, membantuku menunggangi motor dengan kecepatan tidak seperti biasa. Bahkan ketika di perempatan pemda Cibinong ke arah stasiun, aku sempat menggeber tungganganku sampai 80 km/jam.
Aku kesetanan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=424&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_425" class="wp-caption alignleft" style="width: 180px"><img class="size-full wp-image-425 " style="margin:0 5px;" title="swm03055" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/swm03055.jpg?w=170&#038;h=113" alt="lumayan panik ..." width="170" height="113" /><p class="wp-caption-text">lumayan panik ...</p></div>
<p>Aku langsung menyambar helm dan memakainya. Dengan tidak sabar, aku memacu shogy ke luar komplek perumahan. Begitu sampai di jalan aspal, aku memaksa shogy berlari sekencang mungkin.</p>
<p>Jalanan yang masih sepi, membantuku menunggangi motor dengan kecepatan tidak seperti biasa. Bahkan ketika di perempatan pemda Cibinong ke arah stasiun, aku sempat menggeber tungganganku sampai 80 km/jam.</p>
<p><em>Aku kesetanan</em>. Targetnya &#8230; aku tidak boleh mengacaukan kencan perselingkuhanku yang pertama ini.</p>
<p>Tidak sampai 20 menit, aku sudah mencapai daerah di sekitar stasiun Bojong Gede yang memang aku sudah survey sehari sebelumnya.  Aku langsung menuju ke salah rumah penitipan motor yang memang banyak terdapat di situ.</p>
<p>Ketika motor sudah aku parkir, aku diam menunggu karcis atau tiket penitipan motor. Tapi penjaganya malah ke bagian lain dari ruangan penitipan motor dan membantu orang yang baru saja masuk. Kulihat orang tadi langsung meninggalkan motornya dan langsung ke luar lagi?</p>
<p>Aku masih bingung. Apakah memang nitip motor di sini tidak diberikan lembar bukti penitipan? Terus, bagaimana nanti pengambilannya? Ah. &#8230; aku kan bawa STNK. Jadi kalau memang dia lupa sama aku, aku pasti bisa mengambil motor dengan menunjukkan STNK motor.</p>
<p>Berpikiran demikian, aku langsung menuju ke luar tempat penitipan untuk menuju stasiun, ketika tiba-tiba aku mendengar penjaga penitipan berteriak memanggilku.</p>
<p>&#8220;Pak! Helmya gak ditinggal?&#8221;</p>
<p>Hah? Saking bingungnya, aku lupa melepas helmku ketika ke luar.</p>
<p>Duuuuh &#8230;</p>
<p><span id="more-424"></span>Setelah menyerahkan helmku kepada penjaga yang senyam &#8211; senyum gak jelas gitu, aku segera melesat ke arah stasiun. Semoga saja tetanggaku dan anaknya yang memang udah janjian mengajari aku dalam perselingkuhan pertama ini belum berangkat. Bisa celaka aku kalau mereka berangkat duluan. Karena ini adalah perselingkuhan pertamaku menggunakan kereta api setelah dari awal pindah ke Cibinong sekitar 11 tahun lalu selalu menggunakan bis pulang dan pergi kerja.</p>
<p>Karena bis AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) dilarang ke luar UKI dan membuat aku tambah lama di jalanan kalau harus naik bis yang dari Senin seperti pernah aku ceritakan <a href="http://yspam.wordpress.com/2009/06/06/aku-butuh-berselingkuh/" target="_blank">di sini</a>, maka aku memutuskan untuk mencoba naik KRL.</p>
<p>Begitu tiba di loket, aku menyodorkan uang 10 ribu (<em>aku sudah tanya-tanya dan diberitahu harga tiket ke Jakarta Rp 2.000,-</em>). Petugas di dalamnya melihatku. Eh .. dia bukan hanya melihat, tetapi memperhatikanku. Apakah aku kelihatan banget seperti orang baru ya? Hihihi &#8230;</p>
<p>Oh .. iya. Aku teringat. Aku belum bilang mau beli berapa karcis. Cepat-cepat aku menunjuk dengan satu jari untuk memberitahu bapak penjaga tiket itu bahwa aku hanya perlu beli 1 tiket saja. Itu yang biasanya aku lakukan kalau naik bis, ketika kondektur menarik ongkos. Satu orang.</p>
<p>Sekilas aku melirik di belakangku. Mungkin karena banyak orang yang sedang antri di belakangku itu dikira rombonganku apa ya? Huh. <em>Kenal juga enggak pak?</em></p>
<p>&#8220;Mau ke mana?&#8221; Bapak itu bertanya dengan nada yang agak keras. Lhaaa. Mau tanya ke mana aja kok galak sih pak? Sabar pak &#8230; Hehehe.</p>
<p>&#8220;Mau kerja pak.&#8221; Aku menjawab sambil tersenyum semanis mungkin. Siapa tahu dapet diskon. Hehehe &#8230;</p>
<p>&#8220;Mo ke Bogor atau Jakarta?&#8221; Kali ini dia bertanya dengan setengah berteriak.</p>
<p>Ya ampun! Aku lupa memberitahu tujuanku rupanya. <em>Jakarta</em>. Aku menjawab lirih. Tiket dan uang kembalian disodorkan ke arahku dengan sedikit kasar. Duuuh maaf pak. Kirain orang itu beramah-ramah dulu dengan orang baru seperti aku. Ternyata &#8230;</p>
<p>Aku langsung meninggalkan loket dan masuk melewati 2 penjaga di pintu masuk. Ketika sampai di dalam, aku baru ingat &#8230;</p>
<p>Rel keretanya ada 2. Dan aku lupa tanya, di mana aku harus berdiri menunggu kalau mau naik kereta ke arah Jakarta.</p>
<p>Ketika aku bermaksud mau bertanya pada petugas di situ, ada suara wanita yang memanggilku.</p>
<p>&#8220;Om Yuuuuussss &#8230;.. &#8220;</p>
<p><em>Hah? Ada perempuan yang sudah kenal aku di sini?</em></p>
Posted in hari-hari Tagged: kereta, krl, selingkuh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=424&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/swm03055.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">swm03055</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekalahan itu menyakitkan</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/kekalahan-tetaplah-kekalahan/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/kekalahan-tetaplah-kekalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak kuasa untuk melihatnya. Beberapa kali aku menunduk. Sesekali aku bertepuk tangan memberikan semangat. Tenggorokanku tersedak. Tercekat.
Kadang aku ingin berteriak kepada mereka. Sekedar memberi arah. Agar keadaan tidak semakin parah. Tapi aku tidak mampu. Atau mungkin juga karena aku sebenarnya tidak tahu.
Sesekali aku memandang Detha yang ikut cemas. Sedari tadi bidadariku cerewet bertanya. Menang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=413&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_416" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px"><img class="size-full wp-image-416   " style="margin:0 5px;" title="bulutangkis" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/bulutangkis.jpg?w=196&#038;h=160" alt="bulutangkis" width="196" height="160" /><p class="wp-caption-text">kalah itu menyakitkan</p></div>
<p>Aku tidak kuasa untuk melihatnya. Beberapa kali aku menunduk. Sesekali aku bertepuk tangan memberikan semangat. Tenggorokanku tersedak. Tercekat.</p>
<p>Kadang aku ingin berteriak kepada mereka. Sekedar memberi arah. Agar keadaan tidak semakin parah. Tapi aku tidak mampu. Atau mungkin juga karena aku sebenarnya tidak tahu.</p>
<p>Sesekali aku memandang Detha yang ikut cemas. Sedari tadi bidadariku cerewet bertanya. <em>Menang yang mana pak?</em> <em>Keluar atau masuk pak?</em> Dan tiba-tiba aku menjadi orang yang paling tidak sabar menghadapi pertanyaannya. Duh jangan tanyakan apa-apa dulu anakku.</p>
<p>Sekali waktu, mereka bersamaan memandangku. Dengan muka penuh peluh, mereka seakan bertanya kenapa aku tega menyiksanya seperti itu. Wajah mereka lelah. Mungkin juga memendam marah. Ah .. semoga saja tidak.</p>
<p>Diam-diam aku menangis. Dalam hati. Setiap kali mereka dihantam, aku menjerit lirih. Pedih. Tiap kali perlawanan mereka dimentahkan, aku merasakan sakit di ulu hati. Mereka memang yang bermandi peluh. Tapi aku merasa, bahwa kekalahan yang ada adalah kekalahanku.</p>
<p><strong><em>Semuanya dimulai ketika undangan itu tiba &#8230;</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><span id="more-413"></span>OMK di salah satu lingkungan di wilayah kami sedang berulang tahun dan bermaksud mengadakan pertandingan bulu tangkis antar OMK lingkungan. Sebagai penanggung jawab anak muda di lingkungan, akulah yang ketiban sampur untuk menyiapkan semua. Kebetulan pada hari H &#8211; Ketua Lingkunganku sedang mengikuti KEP di luar kota.</p>
<p>Aku berpikiran bahwa ini adalah pertandangan persahabatan. Jadi daripada WO aku memilih mengirimkan OMK yang ada. Terus terang, komposisi pertandingannya agak &#8216;tidak biasa&#8217;.</p>
<p>- 1 tunggal putra<br />
- 1 ganda putra<br />
- 1 ganda campuran</p>
<p>Menuruku panitia benar-benar telah menyiapkan pertandingan yang pasti menguntungkan OMK lingkungan mereka. Dengan komposisi seperti di atas, berarti dibutuhkan 4 putra dan 1 putri untuk masing-masing lingkungan.</p>
<p>Padahal setahuku, di lingkunganku, justru kebanyakan pemain bulutangkis untuk OMK adalah putri. Yang putra hanya 1 orang yang ikut latihan di hall.</p>
<p>Ya sudah. Toh ini hanya pertandingan persahabatan. Akhirnya aku menyiapkan 3 pemain putra (ketiganya tidak begitu jago main bulutangkis &#8211; bahkan 1 orang adalah bintang lapangan basket) dan 1 pemain putri.</p>
<p>Ketika aku datang ke tempat pertandingan, 1 orang pemain putra ternyata sakit dan 1 orang lagi tidak ada kabarnya. Hiks.</p>
<p>Aku kelabakan mencari pengganti. Salah satu OMK yang sedang tidur, aku minta untuk datang dan ikut main.  Karena tidak ada lagi pemain lain, aku menghubungi panitia dan menyatakan bahwa kami hanya punya 2 pemain putra dan 1 pemain putri. Ternyata 1 pemain boleh main di partai pertandingan. Beres.</p>
<p>Begitulah. Sampai pertandingan dimulai. Aku melihat sang jagoan basket ditekuk habis dari mulai set pertama. Lawannya kelihatannya memang bukan lawan yang enteng. Beda kelas. Demikian juga, di set kedua, walaupun aku melihat dia sudah berusaha matia-matian, tetap saja tidak bisa memenangkan set tersebut. Partai tunggal putra &#8211; kalah.</p>
<p>Dilanjutkan partai kedua. Ganda putra. Karena tidak orang lain, sang pemain tunggal putra turun lapangan lagi memainkan pertandingan ganda putra. Mungkin karena cukup kelelahan karena sudah main di tunggal putra atau memang karena kedua pemain tidak pernah berlatih bersama sebelumnya, 2 set langsung dimenangkan pihak lawan.</p>
<p>Hasil 2 &#8211; 0 kekalahan untuk tim lingkungan kami. Karena memang hanya  memainkan 3 partai, maka hasil apapun di partai ke 3 tidak akan mempengaruhi hasilnya. Kami tetap kalah. Tapi untuk tidak mengecewakan pemain yang sudah datang, akhirnya aku tetap minta untuk memainkan partai ganda campuran.</p>
<p>Aku tidak tahu, bagaimana jalannya pertandingan partai terakhir, karena aku sudah pulang duluan karena ada tugas kantor yang harus aku kerjakan hari itu.</p>
<p>Tapi yang jelas, aku belajar banyak dari kejadian kemarin. Bahwa &#8230; kekalahan tetaplah kekalahan ~ walaupun dalam sebuah pertandingan persahabatan. Dan itu menyakitkan.</p>
<p><em>* Terima kasih kepada <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1173287796&amp;ref=ts" target="_blank"><strong>Wisnu</strong></a>, <strong>Gerry</strong>, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1173287796&amp;ref=ts#/profile.php?id=1511724464" target="_blank"><strong>Grin</strong></a> dan <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1173287796&amp;ref=ts#/profile.php?id=1739139637&amp;ref=ts" target="_blank"><strong>Chyntia </strong></a>untuk semua dukungan dan keikutsertaannya.</em></p>
Posted in hari-hari Tagged: catatan, diary, harian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=413&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/kekalahan-tetaplah-kekalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/bulutangkis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bulutangkis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selingkuh pertamaku (1)</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-1/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 03:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, aku berselingkuh juga. Dengan tekat bulat dan niat yang mantap, aku memulai perselingkuhan di akhir bulan Juni yang lalu. Kami janjian ketemu pagi buta, jam setengah lima. Ketemu di depan Indomaret di deket gerbang perumahan. Sip!
Tapi karena ini adalah selingkuh pertamaku, malamnya aku malah tidak bisa tidur. Aku masih bisa melihat jam menunjukkan pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=400&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_408" class="wp-caption alignleft" style="width: 202px"><img class="size-full wp-image-408 " style="margin:0 5px;" title="man-putting-his-pants" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/man-putting-his-pants.jpg?w=192&#038;h=128" alt="buru-buru nich ..." width="192" height="128" /><p class="wp-caption-text">maaf, buru-buru ...</p></div>
<p>Akhirnya, aku berselingkuh juga. Dengan tekat bulat dan niat yang mantap, aku memulai perselingkuhan di akhir bulan Juni yang lalu. Kami janjian ketemu pagi buta, jam setengah lima. Ketemu di depan Indomaret di deket gerbang perumahan. Sip!</p>
<p>Tapi karena ini adalah selingkuh pertamaku, malamnya aku malah tidak bisa tidur. Aku masih bisa melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi &#8211; <em>berarti jam segitu aku belum tidur</em>. Alarm hape yang aku pasang di 04:45, rupanya tidak mampu menyeretku dari lelap.  Begitu dia melengking, kugerayangi sebentar lalu aku matikan. Kulempar agak jauhan dari tempat tidur.<em> </em></p>
<p><em>Berisik banget!</em></p>
<p>Dan aku meneruskan tidur lagi. Aku baru benar-benar terbangun, ketika hapeku menjerit lagi. Kali ini aku harus bangun dulu untuk menjangkau hape yang rupanya terlempar agak jauh. Tapi ini juga yang membuatkku jadi lebih tersadar walaupun masih setengah keliyengan. Ada SMS. Siapa ya?</p>
<p>Kuraih kacamata di dekat tipi. Pesannya singkat. <em>Yaiyalaaaah .. Namanya juga SMS. </em></p>
<p>&#8220;Saya sebentar lagi sudah mau jalan. Ketemu di depan Indomaret ya?&#8221;</p>
<p>Gubrakz!! Kesadaranku langsung pulih.  Dengan panik aku bangun dan menyambar handuk. Aku tidak mau selingkuh pertama ini berantakan gara-gara aku telat janjian.<span id="more-400"></span>Dengan separo terbang aku melesat ke kamar mandi. Gosok gigi dan mandi gak sampe 4 menit.  BAB aku tunda dulu. <em>Moga-moga gak jadi masalah nanti. Hihihihi &#8230;</em></p>
<p>Masih setengah basah, aku langsung berganti baju. Rosa terbangun<br />
mendengar segala kehebohanku.</p>
<p>&#8220;Ngapain sih mas, gedubrakan kayak diuber-uber maling?&#8221;</p>
<p>&#8220;Maling lagi diuber-uber kali. Masa diuber-uber maling.&#8221;  Hehehe. Rosa tidak menanggapi candaanku. Mungkin masih ngantuk. Tapi matanya sih kelihatannya bukan ngantuk. Lebih tepat kalau dikatakan bingung.</p>
<p>Tanpa memperdulikan tatapan heran istriku, aku meneruskan persiapan kilatku.  Motor aku keluarkan, langsung dihidupin. Lalu menyambar sepatu.</p>
<p>Rosa masih setengah ngantuk membuka gembok pagar. Tidak sampai 15 menit dari mulai aku mandi, aku sudah siap di atas motor.  Baru ingat, belum doa.  Pagi itu aku berdoa di atas motor.</p>
<p>Setelah berpamitan dan mencium Rosa seperti biasa, aku memulai perjalanan (<em>perselingkuhan pertamaku</em>) pagi itu. Belum sampai 5 meter motor jalan, aku mendengar Rosa berteriak.</p>
<p>&#8220;MAS! GAK PAKE HELM??&#8221;</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8230; bersambung.</em></p>
Posted in hari-hari Tagged: catatan, harian, selingkuh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=400&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/08/03/selingkuh-pertamaku-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/08/man-putting-his-pants.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">man-putting-his-pants</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku butuh berselingkuh</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/06/06/aku-butuh-berselingkuh/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/06/06/aku-butuh-berselingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 01:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak pernah berpikiran untuk selingkuh. Sekedar lirik kanan lirik kiri, sekali waktu terjadi juga. Bukan karena takut dosa. Atau gak enak sama tetangga. Atau gak tega sama pasangan yang selama ini (gak yakin juga sih) selalu setia.
Tetapi &#8230; keadaan yang memaksaku untuk memikirkan perselingkuhan. Kalaupun aku berselingkuh, berarti karena terpaksa. 
Halah &#8230; selingkuh kok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=382&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_391" class="wp-caption alignleft" style="width: 202px"><img class="size-medium wp-image-391" title="cari - cari selingkuhan" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/06/searching3.jpg?w=192&#038;h=77" alt="cari - cari selingkuhan" width="192" height="77" /><p class="wp-caption-text">cari - cari selingkuhan</p></div>
<p>Aku tidak pernah berpikiran untuk selingkuh. Sekedar lirik kanan lirik kiri, sekali waktu terjadi juga. Bukan karena takut dosa. Atau gak enak sama tetangga. Atau gak tega sama pasangan yang selama ini (<em>gak yakin juga sih</em>) selalu setia.</p>
<p>Tetapi &#8230; keadaan yang memaksaku untuk memikirkan perselingkuhan. Kalaupun aku berselingkuh, berarti karena terpaksa. <em></em></p>
<p><em>Halah &#8230; selingkuh kok terpaksa</em>.</p>
<p>Sebenarnya aku masih mencoba bertahan dalam hubungan ini. Tapi rupa-rupanya, tidak mudah untuk menerima perlakuan yang benar-benar menempatkan aku ke derajat yang paling rendah. Perlakuan yang membuat aku merasa tidak dibutuhkan sama sekali.</p>
<p>Tidak dihargai!!!</p>
<p>Dihinakan !!</p>
<p><em>Apa lagi ya kata yang bisa melukiskan hubungan kami?</em></p>
<p><span id="more-382"></span>Diawali dari kabar yang dihembuskan oleh rekan di kantorku, bahwa bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) tidak diperbolehkan lagi keluar arah UKI. Berarti termasuk bus yang aku tumpangi tiap kali ke kantor termasuk yang kena peraturan ini. Duuuh &#8230;</p>
<p>Jadwal pulang ke Cibinong yang tidak tentu, membuatkau baru merasakan dampak dari peraturan ini pada hari Jumat minggu kemarin.</p>
<p>Begitu jam kantor usai, aku meluncur ke arah Senen menggunakan ojek, karena takut tidak kebagian lagi bus Senen &#8211; Cibinong. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus Metro Mini itu akhirnya datang juga.</p>
<p>Kosong. Aku menjadi penumpang ke-2 yang naik. Bus yang berAC membuatku langsung merebahkan diri. Lumayan. Hotel Borobudur terlewati ketika bus tiba-tiba berhenti.</p>
<p>Mogok? Ohh tidak !!! Bus-nya nge-tem. Apa ya istilah dalam bahasa Indonesianya? Pokoknya gitu deh. Bus baru berjalan 15 menit kemudian. Benar-benar berjalan, karena memang bus beringsut pelan. Dan tertahan sekitar 10 menit sebelum akhirnya lolos melewati rel stasiun Senen.</p>
<p>Laju bus tetap pelan. Duuuh. Sampai di Galur, dia malah ambil jalur sebelah kiri. Jalur lambat. Punggungku mulai terasa capek. Ketika akhirnya bus masuk JORR, tetap saja bus berjalan tersendat. Metro Mini-ku memang tidak melewati UKI dan langsung masuk tol Jagorawi. Tapi, pelannya itu lho .. minta ampun banget.</p>
<p>Ac yang tadinya terasa nyaman mulai terasa mengganggu. Dingin. Ketika aku akan mengatur arah hembusan AC, ternyata &#8230; lobang AC di atas kepalaku rusak. Arah ACnya tidak bisa diubah lagi. Harusnya aku tadi pakai topi.</p>
<p>Bus akhirnya keluar juga di pintu tol Citereup. Belok kanan &#8230; dan langsung isi solar. Duuuh. Hampir 7 menit harus nunggu lagi. Dan ketika akhirnya aku turun di pasa Cibinong, sudah jam sembilan seperempat. Ya jam 21:15. Berarti lebih dari 3 jam aku tertahan di dalam bus itu.</p>
<p>HUH!!! Benar-benar menjengkelkan.</p>
<p>Rasa-rasanya .. aku (memang) butuh untuk berselingkuh.</p>
Posted in hari-hari Tagged: Catatan Harian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=382&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/06/06/aku-butuh-berselingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/06/searching3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cari - cari selingkuhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamu tega &#8230;</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/05/22/bohong-kalau-aku-tidak-merasa-sakit-dengan-perpisahan-ini/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/05/22/bohong-kalau-aku-tidak-merasa-sakit-dengan-perpisahan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 14:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Nulis]]></category>
		<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Aku berharap semoga masalah ini tuntas sebelum aku harus turun di halte Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan pulang ke anak dan istriku.
“Kamu masih gak ngerti juga ya? Justru kulakukan ini karena aku terlalu mencintai kamu.” Suaranya terisak.
Aku menoleh melihatnya. Sejenak mata kami bertatapan. Ada telaga di matanya. Aku mengalihkan pandangan ke luar. Jalanan tidak terlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=375&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-376" title="selingkuh" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/05/selingkuh.jpg?w=150&#038;h=133" alt="selingkuh" width="150" height="133" />Aku berharap semoga masalah ini tuntas sebelum aku harus turun di halte Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan pulang ke anak dan istriku.</p></blockquote>
<p>“Kamu masih gak ngerti juga ya? Justru kulakukan ini karena aku terlalu mencintai kamu.” Suaranya terisak.</p>
<p>Aku menoleh melihatnya. Sejenak mata kami bertatapan. Ada telaga di matanya. Aku mengalihkan pandangan ke luar. Jalanan tidak terlalu penuh malam ini. Tapi aku membayangkan hatinya pasti sesak.</p>
<p>“Aku sakit. Hatiku sakit. Bohong kalau aku tidak merasa sakit dengan perpisahan ini. Kurang apa aku selama ini? Kamu tega…. Aku gak nyangka banget.”</p>
<p>Suaranya makin lirih. Setengah berbisik. Tapi kepedihan semakin terasa. Aku memandangnya dari pantulan pintu kaca transjakarta yang kami tumpangi. Lagi-lagi mata kami bertemu. Sekejap. Kali ini dia yang membuang pandangan ke arah lain.</p>
<p>Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku bahkan yakin dia tidak ingin mendengar jawabanku.</p>
<p>“Sudahlah mas, memang lebih baik kita berpisah saja. Aku pikir itu yang terbaik buat kita berdua. Hubungan ini tidak akan pernah berhasil.”</p>
<p><span id="more-375"></span>Sejenak sepi. Bus yang kami tumpangi merapat di halte cawang-otista. Tinggal 2 halte lagi. Aku berharap semoga masalah ini tuntas sebelum aku harus turun di halte Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan pulang ke anak dan istriku.</p>
<p>Bus berjalan kembali. Terdengar isak tangis. Tertahan. Lirih. Duuuh. Makin runyam.</p>
<p>“Aku sudah memikirkannya. Kamu tuh yang harusnya mikir.”</p>
<p>Sepi. Hanya terdengar suara mesin bus. Menggeram pelan.</p>
<p>“Terserah kamu mau bilang apa. Toh bukan aku yang selingkuh.”</p>
<p>HAH? Selingkuh?</p>
<p>“Jadi kamu mau menyangkal?” Suaranya meninggi. Aku yakin beberapa penumpang mulai memperhatikan.</p>
<p>“Aku tuh sudah tanya sama yang bersangkutan dan dia sudah mengakui kalau dia punya hubungan sama kamu. Dia malah minta maaf dan berjanji untuk ninggalin kamu. Mau bukti apa lagi?”</p>
<p>Bus sampai di perempatan UKI. Kali ini jalanan sesak. Mikrolet menghadang di depan kami dengan angkuhnya. Bus tertahan dan menunggu. Aku juga menunggu.</p>
<p>“Kamu mau jelasin apa lagi? Sudah deh. Aku gak mau ketemu kamu lagi.”</p>
<p>…</p>
<p>“Aku perlu waktu untuk sendirian dulu. Mungkin itu yang terbaiik.”</p>
<p>Suaranya kembali melemah. Bus beringsut meninggalkan perempatan. Beberapa penumpang beringsut mendekati pintu keluar, membuatnya terdesak ke arahku.</p>
<p>Aku melihatnya lagi.</p>
<p>Telaga di matanya telah beranak tangis. Mati kami bertatapan lagi. Sejenak aku ingin memeluknya. Sekedar membagi penghiburan. Sejenak memberinya tempat menyandarkan hati.</p>
<p>Pintu bus terbuka. Aku melangkah keluar tanpa menyapanya. Ketika bus sudah berjalan lagi, aku masih sempat melihatnya. Menatap keluar dengan handphone masih tertempel di telinganya.</p>
<p>Mungkin dia sedang mendengarkan penjelasan dari pacarnya di ujung telepon sana.</p>
Posted in Belajar Nulis, hari-hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=375&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/05/22/bohong-kalau-aku-tidak-merasa-sakit-dengan-perpisahan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/05/selingkuh.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">selingkuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat jalan Kiki &#8230;</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/02/27/selamat-jalan-kiki/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/02/27/selamat-jalan-kiki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 02:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Aku meletakkan telepon dengan gemetar. Aku masih berharap bahwa kabar itu tidak benar. Aku malah masih menunggu Rosa menelepon lagi dan mengatakan bahwa dia cuma bercanda. Tapi tidak. Kabar kematian itu benar adanya.
Aku menangis dalam diam. Dengan dada yang tiba-tiba terasa berat.
Selamat jalan Kiki &#8230;
***
Kiki adalah anak tetangga kami di ujung gang. Anak perempuan berbadan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=358&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-364" title="kematian" src="http://yspam.files.wordpress.com/2009/02/kematian21.jpg?w=216&#038;h=112" alt="kematian" width="216" height="112" />Aku meletakkan telepon dengan gemetar. Aku masih berharap bahwa kabar itu tidak benar. Aku malah masih menunggu Rosa menelepon lagi dan mengatakan bahwa dia cuma bercanda. Tapi tidak. Kabar kematian itu benar adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menangis dalam diam. Dengan dada yang tiba-tiba terasa berat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selamat jalan Kiki &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Kiki adalah anak tetangga kami di ujung gang. Anak perempuan berbadan tegap dengan penampilan tomboy. Cantik. Tidak banyak anak seusia dia di gang kami. Hanya dia dan Angga. Tidak heran kami sering menjodoh-jodohkan dia dengan Angga. Tidak jarang kami menggoda Angga, bahwa Kiki titip salam. Angga hanya tertawa mendengarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kemudian Angga masuk ke Seminari, kadang-kadang Kiki menanyakan kapan Angga pulang. Tetapi setiap kali Angga pulang, bahkan dia tidak pernah menyapa Angga. Paling hanya lewat depan rumah dan sesekali melihat ke arah rumah kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Katanya (<em>ibunya pernah bercerita</em>) beberapa kali dia berpapasan dengan Angga di jalan. Mau menyapa selalu gak jadi. Malu katanya. Takut nanti Angganya cuek. Duuh &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kalau ketemu aku, seringkali dia menyapaku dengan wajah malu-malu. <em>Bapak Detha mau ke mana</em>? Pertanyaan standar yang selalu dikatakan ketika kami bertemu. Tidak akan pernah lagi aku mendengar pertanyaan itu dari kamu, Ki.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Masih teringat dengan jelas kejadian hari itu. Kiki naik motor tanpa helm dan berhenti di jalur kiri dengan ragu. Padahal lampunya jelas memberi tanda bahwa dia akan membelok ke kanan. Pasti dia ragu. Pertigaan itu memang cukup ramai. Aku berhenti di belakangnya dan memberikan tanda untuk dia segera maju dan membelok ke kanan. Mungkin dia tidak mengenaliku. Tapi toh dia mengambil ke kanan dan meneruskan perjalanan. Terlihat kikuk di antara kendaraan dan angkot yang memang cukup banyak hari itu. Dan dia melaju. Agak terlalu cepat menurutku.</p>
<p style="text-align:justify;">Sempat kami ke ceritakan ke ibunya mengenai kejadian hari itu. Dan menitip pesan supaya dia lebih berhati-hati dan tidak ngebut. Terlalu berbahaya. Apalagi &#8211; <em>seperti kebanyakan remaja seusia dia</em> &#8211; selalu naik motor tanpa pelindung kepala. Padahal helm terlihat jelas tergantung di motornya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak pernah menyangka bahwa dia harus kembali ke pangkuan Illahi dalam usia semuda itu. Kabar yang aku terima pagi ini, dia meninggal karena tabrakan. Di kelokan jalan itu. Aku belum jelas benar apa yang terjadi, karena Rosa meneleponku dengan tersedu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sekali lagi &#8230; selamat jalan Kiki. </em></p>
Posted in hari-hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=358&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/02/27/selamat-jalan-kiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yspam.files.wordpress.com/2009/02/kematian21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku harus tidak bisa menyerah …</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/02/13/aku-harus-tidak-bisa-menyerah-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/02/13/aku-harus-tidak-bisa-menyerah-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 17:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[
“ Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang  seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras  dari biasanya, serta mulut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=350&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“ Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang  seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras  dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa”. </em></p>
<p style="text-align:right;">( 5 cm )</p>
</blockquote>
<p style="text-align:right;">
Posted in hari-hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=350&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/02/13/aku-harus-tidak-bisa-menyerah-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku kangen emak &#8230;.</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/02/11/aku-kangen-ibuku/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/02/11/aku-kangen-ibuku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 09:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Nulis]]></category>
		<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Aku berhenti melangkah. Perlahan aku membalikkan badan dan melihat sosoknya yang terlihat lelah. Melihatku berbalik, dia mengangkat pandangannya dan mengulang kalimat terakhirnya.
&#8221; Iya nih. Gak tahu kenapa, tiba-tiba aku kangen ibuku. &#8220;
&#8221; Padahal baru ketemu tadi malam loch &#8230; ,&#8221; sambungnya sambil menyenderkan badan.
&#8221; Ya sudah. Ditelpon aja mas. &#8221; Aku menjawab sambil pamitan keluar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=345&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku berhenti melangkah. Perlahan aku membalikkan badan dan melihat sosoknya yang terlihat lelah. Melihatku berbalik, dia mengangkat pandangannya dan mengulang kalimat terakhirnya.</p>
<p>&#8221; Iya nih. Gak tahu kenapa, tiba-tiba aku kangen ibuku. &#8220;</p>
<p>&#8221; Padahal baru ketemu tadi malam loch &#8230; ,&#8221; sambungnya sambil menyenderkan badan.</p>
<p>&#8221; Ya sudah. Ditelpon aja mas. &#8221; Aku menjawab sambil pamitan keluar dari ruangannya. Dari balik kaca, aku melihat dia sudah tenggelam lagi dalam kesibukan kerja yang akhir-akhir ini memang lebih meningkat dari biasa.</p>
<p>Yang tidak terlihat adalah ~ dalam hati ~ aku sibuk mengingat, kapan aku terakhir kali menyapa emak. Dan tiba-tiba kerinduan menyeruak dan membuatku sejenak merasa sesak.</p>
<p><em>&#8220;Aku kangen emak &#8230;. &#8220;</em></p>
Posted in Belajar Nulis, hari-hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=345&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/02/11/aku-kangen-ibuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jenuh ini membunuhku &#8230;</title>
		<link>http://yspam.wordpress.com/2009/01/22/jenuh-ini-membunuhku/</link>
		<comments>http://yspam.wordpress.com/2009/01/22/jenuh-ini-membunuhku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 15:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Nulis]]></category>
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>
		<category><![CDATA[gak jelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yspam.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[aku merasa
kita menjauh
dan enggan untuk bersama
atau sekedar menyapa&#8230;.
menjelma menjadi sosok asing
bersembunyi dibalik luka
menjilat perih
mengasah cakar
dan menunggu waktu
untuk saling meluka
aku masih di sini
menghitung lara
tanpa pernah tahu
kapan bisa melabuh rindu
jenuh ini
terasa membunuhku &#8230;.
Posted in Belajar Nulis Tagged: corat-coret, gak jelas      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=317&subd=yspam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>aku merasa<br />
kita menjauh<br />
dan enggan untuk bersama<br />
atau sekedar menyapa&#8230;.</p>
<p>menjelma menjadi sosok asing</p>
<p>bersembunyi dibalik luka<br />
menjilat perih<br />
mengasah cakar<br />
dan menunggu waktu<br />
untuk saling meluka</p>
<p>aku masih di sini<br />
menghitung lara<br />
tanpa pernah tahu<br />
kapan bisa melabuh rindu</p>
<p>jenuh ini<br />
terasa membunuhku &#8230;.</p></blockquote>
Posted in Belajar Nulis Tagged: corat-coret, gak jelas <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yspam.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yspam.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yspam.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yspam.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yspam.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yspam.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yspam.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yspam.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yspam.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yspam.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yspam.wordpress.com&blog=215720&post=317&subd=yspam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yspam.wordpress.com/2009/01/22/jenuh-ini-membunuhku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5b64b69d91e7a4302ce8da09b73a761?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>