kuceritakan pada dunia

Derita sepanjang jalan

Posted on: 21 Maret, 2007

Ketika sampai di UKI, aku sudah melihat bus ‘Bersama‘ rute Tj. Priuk – Cibinong. Full -AC. Jadi begitu bis itu berhenti, aku langsung naik dan tidak peduli lagi bahwa ada 3 bis yang lain sudah nge-tem di depannya. Artinya … aku harus menunggu sampai 3 bis di depan itu jalan baru bisa yang aku tumpangi berangkat. Sebodo ah … Aku hanya ingin tidur. Capek dan ngantuk banget.

Bbrrrr … Bis terasa dingin. Hanya ada 2 penumpang lain di depan. Selebihnya .. kosong. Seperti biasa, aku ambil tempat duduk bangku dan mengambil posisi di dekat jendela. Segera aku menyandarkan kepalaku dan ancang-ancang untuk tidur.

Aku yakin belum sampai tertidur, ketika bis yang aku tumpangi tiba-tiba saja diserbu segerombolan orang dengan hiruk – pikuk. Mereka memasuki bis sambil teriak-teriak. Ada yang bawa tas. Ada yang bawa spanduk. Ada yang bawa panci. Ada yang bawa kompor. Malah kayaknya ada yang bawa rumah segala. HAH? Itu orang apa siput ya?
Aku langsung duduk tegak dengan jantung deg-deg an. Tawuran. Itu yang pertama kali terpikir. Aku sudah siap-siap untuk kabur melalui jendela. Dan aku baru ingat, ini bis AC. Berarti jendelanya tertutup rapat. Lagian … apa muat ya aku melewati jendela bis? Kalau nanti  malah nyangkut di jendela dan gak bisa keluar gimana? Duuuuh. Ada-ada aja nih ……

Ternyata bukan tawuran sodara-sodara. Itu adalah penumpang yang rame-rame pindah dari bis yang ada di depan. Begitu banyaknya yang mau pindah, belum sempat aku mengedipkan mata, bus yang aku tumpangi sudah penuh. Bahkan ada yang sampai di selipkan di atas – di tempat orang biasa narok tas. Terus ada juga yang nekat naik di atas gerbong. Ups .. salah. Itu mah kalau naik kereta api. Huahahaha. Sebenarnya ga sampai segitu hebohnya sih.

Penumpang di sebelahku seorang bapak – bapak eh… bukan seorang bapak saja, karena kalau bapak-bapak berarti banyak kan … yang kelihatan seperti baru saja keluar dari daerah terasing dan baru pertama kalinya naik bis. Posisi duduknya sama sekali kelihatan gak nyaman. Tegak tapi tetap kelihatan aneh. Atau mungkin dia sakit pinggang karena berebut naik bis tadi sehingga harus duduk dengan tegak gitu.

Ternyata dugannku salah. Bapak itu bukan grogi karena baru pertama kali bepergian naik bis atau sakit pinggang, tetapi karena badannya kejepit penumpang di sebelah kirinya yang badannya besar banget. Udah badannya gede, brewokan pula. (gak nyambung!)

Lagian tu orang dah tahu gede banget gitu bukannya naik taxi aja, malah naik bus. Kasihan kan orang tua seperti penumpang di sebelahku jadi kejepit. Aku berusaha beringsut sedikit mendekati jendela dan tersadar, bapak itu terjepit karena badanku juga gak kalah besar dengan penumpang di ujung. (cuma aku gak brewokan) Wah … semoga bapak ini mampu bertahan sampai tempat tujuan. Kalo misalnya di tengah jalan terus dia gepeng gitu atau tiba-tiba dia menangis karena gak kuat menahan beban dari kami berdua … kan berabe. Hehehe …

Singkat cerita bus merayap perlahan dan berusaha untuk bisa masuk tol yang macet. Ya merayap. Karena kalau busnya berdiri kan aneh. Hehehehe. Dan karena aku gak bisa menyenderkan kepalaku lagi, aku hanya bisa diam mematung dan duduk separo tegak. Uhhm .. kayaknya posisiku gak beda jauh sama bapak di sebelahku.

Dari arah tengah terlihat seorang pemuda yang senyum – senyum ke arah penumpang dan mengucapkan salam. “Selamat malam kami ucapkan kepada Anda sekalian, para penumpang jurusan Cibinong dan sekitarnya.” Wah … kayak di pesawat aja nih. Bus ada pramugaranya. Mungkin dia akan memperlihatkan cara-cara pemakaian pelampung adn penggunaan masker O2 dalam keadaan darurat. Eh … pelampung? Ini kan naik bus. Pelampung buat apaan ya? Berenang di jalan tol? Padahal kan udah gak banjir lagi. Waaahh … pasti bukan itu. Ternyata dia cuma mau ngamen. Lha iyaaalah … masa sekalian mau nyuci baju.

Lalu mengalunlah lagunya Ebiet G. Ade. Berita kepada kawan. Lumayan. Suaranya lumayan bagus. Gitarnya juga pas. Cuma kayaknya ngambil nada dasarnya terlalu tinggi. Dan cara nyanyinya … ng… kenapa lagunya Ebiet jadi terasa nge’rock’ gitu ya? Lagu yang biasanya dinyanyikan dengan kalem itu, sekarang terasa diteriakkan dengan kasar.

Selesai lagu Ebiet, lanjut ke lagu kedua. Lagunya Serious Band. Eh nulisnya gitu kan ya? Rocker bukan manusia. Sebenarnya gak masalah sih … Cuma pas ngambil nada tinggi, sang pengamen kelihatan banget maksain. Otot lehernya kelihatan menonjol ke mana-mana. Keringatnya mengucur deras dan membuat dia seperti orang kehujanan di tengah bis. Gak enak banget. Suaranya seakan-akan jeritan kengerian dari dunia lain. Ancuuur. Duh. Lagu enak-enak diperkosa habis-habisan gitu. Dah gitu diulang-ulang pula. Ya ampyuuuun ….

Setelah selesai lagu kedua dia lalu terlihat mempersiapkan lagu berikutnya. Dia mengambil handuk kecil dan menyeka mukanya.  Beres dengan muka, dia kelihatan mengeluarkan seperangkat alat kecantikan dan langsung dandan. Eh enggak gitu koq. hihihihi.  Sang pengamen itu dengan hati-hati melipat handuknya lalu memasukkan handuk kecil itu ke kantorng celananya (kantongnya gede banget ya .. handuk bisa masuk ke situ). Setelah yakin bahwa handuk itu sudah masuk ke kantorng celananya dan bukan kantong celana orang lin, perlahan-lahan dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penumpang bis sambil meringis. Mungkin dalam perasannya dia tersenyum manis. Tapi sumpah .. lebih tepat kalau disebut meringis.

Lalu jreng …. mengalunlah lagunya Idol (lupak sapa nama yang nyanyi). Aku udah gemeteran membayangkan dia akan ngotot ambil nada tinggi dengan suara yang full power. Dan ternyata benar. Dia bernyanyi dengan amat sangat penuh semangat dambil berteriak-teriak. Ketika ada bus jurusan Bogor yang mencoba mendahului kami, aku melihat penumpangnya ada yang menutup telinga dengan kedua tangan masing-masing. Bahkan ada yang sedang sibuk menelepon dengan HP-nya. Mungkin dia membuat janji untuk periksa ke dokter THT.

Dan bisa dibayangkan aku yang berada satu bis dengan penyanyi yang super PeDe ini. Aku merasakan kepalaku sudah pusing abis. Migrain gitu . Perutku mulas. Tangan dan kakiku kram dua-duanya. Duh tega banget sih penyanyi ini. Mana setiap lagu di ulang-ulang terus. Tadi aja udah lewat pintu tol Cibubur, lagu Rocker juga manusia masih belum kelar. Dan sekarang lagu ini. Aku benar-benar tersiksa. Dan ketika aku menoleh kesamping kiriku, si bapak ceking itu ternyata malah sudah tidur pules. Asli pules banget. Dia tidur sambil senyum-senyum gitu. Mimpi mesum kali ya …

Dan aku benar-benar mengucap syukur ketika akhirnya di PeDe ini mengakhiri show tunggalnya. Aku tidak memberikan sumbangan suka rela yang dia sebut “lima ratus perak atau seribu tidak akan membuat bapk-ibu jatuh miskin“. Aku bukannya takut jatuh miskin kalau mau ngasih ke pengamen. Tapi aku benar-benar tidak bisa bergerak untuk mengambil uang di kantorng celanaku. Jadi .. persembahan adri aku untuk sang pengamen yang super PeDe ini adalah sebuah lambaian tangan dan senyum manis. kalau yang ini bener-bener senyum manis. Aku sempet tanya ke pengamennya. “Mas-mas .. senyum saya manis ga?” Dan aku lihat sang pengamenpun juga senyum-senyum gitu.  Berarti senyumku memang manis kan?

Akupun bersiap-siap untuk tidur lagi.  Luamayan kan walaupun cuma bentar. Baru saja keheningan di bis bisa aku nikmati dan mata ini sudah mulai berat, lagi-lagi ada yang teriak-teriak. Ya ampuuun. Ada apa lagi sih? Kenapa harus teriak-teriak gitu. Kan kalau mau ngasih tahu orang lain bisa pakai SMS. Atau kirim email. Kayak gak ada hari esok aja. Norak de …

“Citereup habis. Citereup habis. Langsung kanan. Langsung kanan. Cibinong pasar … ”

Halaaah.
Dah nyampe ternyata.
Di pintu keluar tol Cibinong.
Nasib.
Gak jadi tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Blog Stats

  • 34,589 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: