kuceritakan pada dunia

Patokan sarang laba-laba

Posted on: 3 April, 2007

Mendung sudah menggayut di langit Jakarta ketika aku memacu shogi ke luar dari halaman parkir kantor. Aku sudah ragu-ragu untuk meneruskan ke Cibinong. Tapi … enggak ah. Udah terlanjur janji.

Mampir sebentar di ATM, aku meneruskan perjalananku pelan. Jakarta makin gelap. Bukan hanya karena semakin malam. Hujan tinggal menunggu waktu.

Dan benar. Belum sampai pertigaan ke Kali Bata, hujan mengguyur Jakarta tanpa ampun. Aku gak sempat minggir berteduh. Ya sudah. Terlanjur basah. Hanya saja masalah yang sebenarnya muncul. Bukan licin karena hujan. Tapi justru karena aku tidak bisa melihat jelas dengan kacamata yang digenangi air hujan.

Gak bisa liat sama sekali. Aku hanya melihat lampu belakang kendaraan sebagai bias dan menyerupai sarang laba-laba. Aku bahkan tidak bisa melihat lagi batas kiri jalanan yang aku lewati.

Malam itu sepanjang ruas Pasar Rebo sampai Cibinong, aku menyusuri jalanan dengan hanya berpatokan sarang laba-laba. 3 jam kemudian aku baru masuk rumah. Gagal deh rencana mau latihan koor untuk Paskah.

1 Response to "Patokan sarang laba-laba"

masih ada waktu kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Blog Stats

  • 34,589 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: