kuceritakan pada dunia

Menyusuri lorong-lorong

Posted on: 4 Juli, 2007

Pemeriksaan di RS berlangsung normal. Tapi Angga sempat panik dan berubah pucat ketika tahu harus diambil darahnya untuk test. Aku gak bisa menahan ketawa melihat wajahnya berubah menjadi pias gitu. Hehehehe

Lalu aku sempat gondok juga ketika harus muter-muter pada waktu bayar. Ceritanya dari Laboratorium, petugasnya bilang – pak ini bayar dulu di kasir 1 di depan ya-. Oh OK. Aku bergegas meninggalkan Angga yang masih pucat di Laboratorium menunggu diambil darahnya.


Aku langsung bergegas menuju pintu masuk di depan, karena aku yakin banget kasirnya pasti berdampingan dengan loket pendaftaran. Biasanya gitu kan? Ternyata gak ada. aku lalu memasuki lorong yang ada di sebelah kiri. Yup. Ada loke t pembayaran. Tapi kenapa gak ada tulisannya Kasir 1 ya? Aku lihat di sampingnya tidak ada loket lagi. Berarti benar.

Aku menyodorkan kuitansi dan menyiapkan uang. Petugas di dalam mengambil kuitansiku. Ada sekitar 2 menit aku menunggu. Ketika kuitansi itu disodorkan kembali ke aku, aku juga ikut menyodorkan uangnya. Tetapi …

“Pak. Ini bayarnya di Kasir 1 di ujung lorong ini. Sebelah kiri ya pak.” Ya ampun. Aku langsung menuju ujung lorong . dan memang di sebelah kiri ada loket dengan tulisan Kasir 1. dan lebih parahnya lagi, setelah selesai membayar, aku tidak kembali lagi dari tempat aku masuk tetapi meneruskan menyusuri lorong itu. Belok ke kiri dan aku melihat tulisan Laboratorum.

Jadi sebenarnya loket ‘Kasir 1’ itu adanya di sebelah Laboratorium pas. Hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Blog Stats

  • 34,589 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: