kuceritakan pada dunia

Selamat malam pak

Posted on: 11 September, 2007

Sudah pagi. Aku melirik jam di pojok kanan komputerku. 01:50. Dini hari. Aku mematikan komputer dan bersiap melangkah pulang. Di keremangan ruangan lantai 1, sesosok tubuh menggeletak di depan meja resepsionis. Tidak cukup penerangan untuk memasatikan siapa itu. Mungkin salah satu dari rekan-rekan security.

Di pos jaga depan, salah seorang secutiry yang lain, masih muda banget, menyapa setengah mengantuk lalu beranjak membukakan pintu gerbang. Aku melangkah dalam diam. Jalan proklamasi yang biasanya susah untuk di seberangi, malam itu memungkinkan aku untuk sejenak berbaring di tengah-tengahnya. Aku tidak sampai nyoba tiduran di tengah jalan sih, tapi yang pasti sepi. Di halte seberang jalan sesosok tubuh kurus terlihat tidur pulas dengan sarung mnutupi bagian kakinya. Yang pasti bukan penumpang bus yang ketiduran karena kelamaan menunggu bus. Mungkin salah seorang dari banyak tunawisma di ibukota ini.

Di ujung halte ada bajaj yang diparkir. Seseorang meringkuk dibagian depan bajaj. Badannya separo membungkuk. Sedangkan di bagian belakang juga ada sosok satu lagi yang juga tidur. Kakinya terjulur keluar di pintu bagian belakang.

Di depan toko buku Immanuel, penjual pecel ayam madura masih terlihat bercanda dengan teman-temannya. Menunggu orang-orang yang kelayapan mencari tempat makan. Aku gak tahu sampai jam berapa mereka buka. Jangan-jangan 24 jam. Jakarta sepi. AKu meneruskan melangkah. Juga dalam sepi.

Aku membelok ke arah kiri menuju arah jalan pramuka seperti biasa, ketika dikagetkan oleh bunyi mendecit dari mobil yang direm mendadak. Goblok. Aku menoleh sekilas. Kulihat mobil kijang warna biru sedang memutar balik. Sekelompok orang terlihat bergerombol di depan sebuah ruko yang sudah tutup. Sejenak aku memikirkan Rosa dan Detha yang sedari siang sudah ada di Matraman. Dan sore tadi sudah nelpon dan ribut nyuruh pulang. Maaf ya. Baru pulangnya sekarang.

Aku kaget ketika tiba-tiba ada segerombolan orang di depanku yang tiba-tiba saja mengacung-acungkan benda bersinar berwarna merah ke arahku.

HAH? Alien?

Aku berhenti sejenak untuk memastikan. Ternyata polisi. Gubrakz. Kenapa ada polisi malam-malam gini? Apakah aku sasarannya? Aku inget-inget lagi. Tadi sebelum pulang aku sudah sisiran, walaupun rambutku tinggal beberapa helai yang tersisa. Apalagi ya? Aku gak bawa apa-apa dari kantor. Cuma CD yang isinya photo-photo Detha dan ibunya. Wah. pasti bukan karena itu.

Aku langsung deg-deg an begitu ingat bahwa aku hari ini tidak bawa STNK. Kemarin Rosa minta supaya STNK ditinggal di rumah aja. Waduuuh. Eh … tapi aku kan cuma jalan kaki. Gak perlu STNK lagi. Duh kenapa ya.

Kulihat polisi itu mendatangi aku. Mampus dah. Apa karena badanku terlalu gemuk ya? Aku perjalan perlahan dan mencoba memasang wajah manis. Lalu kutambahkan senyuman.

” Baru pulang pak?” Polisi itu menegurku.

Aku belum sempat menjawab ketika ada motor yang tiba-tiba berhenti di depanku. Duh dasar orang Indonesia gak biasa antri. Kataku dalam hati. Mo ketemu polisi aja masih gak mau antri. Tapi .. wait.

“Selamat malam pak'” kata seorang polisi gemuk sambil mendatangi pengendara motor itu. Si pengendara motor menjawab tidak jelas sambil melepaskan helmnya. “Tahu kan tadi masih lampu merah?” kata polisi satunya yang badannya agak kurus.

Wuih. Aku tidak menyangka bahwa polisi kita begitu besar pengabdiannya. Sudah malam begini, jam 2 malam, jalanan aja sudah sepi, masih mau-maunya mereka ngasih tahu mengenai lampu merah. Kan enakan tidur-tiduran di rumah jam segini ya.

Aku tidak tahu pembicaraan selanjutnya.

Selamat malam pak. Duh polisiku …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Blog Stats

  • 34,589 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: