kuceritakan pada dunia

MAU KELUAR DARI SEMINARI

Posted on: 9 Januari, 2008

Aku merasa kabar buruk selalu datang pada saat yang tidak tepat. Atau mungkin karena ada kabar buruk, semua waktu terseret menjadi salah.

Terasa baru kemarin aku mendengar kabar baik itu. Jagoanku ranking pertama. Orang tua mana yang tidak bangga? Aku mengusap air mata ketika dia memberikan hadiah juaranya berupa Buku Renungan Harian selama 1 tahun kepada ibunya. Hadiah Natal … ucapnya lirih.

Jagoanku juga bersemangat bercerita, bahwa dia akan berusaha untuk menjadi juara Umum di kelas berikutnya supaya bisa mendapatkan Beasiswa 6 bulan gratis SPP.

Ah …. Anak pertamaku, yang waktu SMP sangat susah untuk disuruh belajar itu benar-benar telah berubah. Mungkin kedisiplinan di asrama -Seminari – membuatnya bisa benar-benar menggali potensi yang ada padanya. Ikut koor dan jadi dirigen sewaktu lomba Paduan Suara adalah kegiatannya yang lain, yang tidak pernah aku bayangkan akan dia jalani.

Dan semaunya keindahan itu porak poranda, ketika sore tadi, Rosa bilang bahwa Angga menelepon ke Cibinong dan bilang MAU KELUAR DARI SEMINARI.

3 Tanggapan to "MAU KELUAR DARI SEMINARI"

Salam kenal Pak Yustinus SP, thanks atas kunjungan Bp ke blog harian saya. Saya sudah membaca kisah putra Bp yang ingin keluar dari seminari.
Ya, saya pernah enam tahun di seminari, saya sudah pakai jubah sekitar dua tahun. Dan tidak ada yang saya sesali dalam sejarah hidup saya apalagi pendidikan di seminari. Sungguh saya malah bersyukur bisa mengalami kehidupan di seminari dan pernah merasa terpanggil menjadi gembala. Keputusan mengundurkan diri memang bukan perkara mudah pak, saya mengalami sendiri. Namun berkat dukungan dan doa orang tua, akhirnya saya merasa bahwa hidup tetap harus berjalan dan sayalah yang menjalaninya. Orang tua saya awalnya kaget dan tidak menerima keputusan saya, tapi karena mereka orang tua saya merekalah yang kemudian menerima dan mendukung saya kendati banyak orang lain, umat dan teman yang tidak mendukung. Namun orang tua yang mendukung saya.
Salam, saya berdoa semoga putra bapak menemukan kebahagiaan dalam keputusan apapun yang akan diambilnya.

“Banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih”, “Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit”, “Non Multa Sed Multum”…kata-kata ini hendaknya kita renungkan dalam menanggapi problema panggilan hidup imamat. Panggilan Imamat itu sebuah misteri antara pribadi manusia dengan Allah. Tidak dapat direncanakan sendiri oleh manusia, Allah adalah selektor paling ulung terhadap para calon pekerja di ladang-NYA. Biarlah kehendak-Nya yang jadi, bukan kehendak kita. Saya atau salah satu dari kita atau keluarga kita bisa saja ingin sekali menjadi imam, tapi Tuhan punya rencana bagi tiap orang, Dia lebih tau apa yang terbaik bagi kita karena Dia sungguh mengasihi kita. Amin.
Saya adalah alumni Seminari Menengah dan keluar saat akan menjalani UAN karena suatu tindakan “indisipliner” bersama dengan beberapa rekan saya. Kini saya telah tamat dari USU Medan. Saya tidak pernah menyesali dikeluarkan dari Seminari sejak saat itu hingga sekarang dan selamanya, saya justru sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan kepada saya untuk pernah menjalani hidup meniti panggilan imamat walau hanya sekedar di seminari menengah. Sungguh mengesankan segala pengalaman yang telah saya jalani bersama teman-teman saya dan para staff di sana. Hingga sekarang saya sangat respek setiap mendengar tentang seminari, sekolah yang pernah menempa hidup saya di mana saya pernah menjalani sebagian perjalanan hidup saya. Jadi jangan kita menghakimi panggilan Tuhan yang spesial ini…ia sangat unik, berbeda dengan panggilan hidup lainnya. Biarlah semakin banyak yang mencoba mengikuti panggilan ini di seminari agar kiranya semakin banyak yang terpilih. Mari kita serahkan semua pada kehendak Tuhan Sang Pemilik Kebun Anggur.

Puji Tuhan, sekarang sudah beres semua. Masalah teratasi dan jagoanku sudah bisa kembali ‘menikmati’ perjalanan hidupnya kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Blog Stats

  • 34,601 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: