kuceritakan pada dunia

Akulah laki-laki itu …

Posted on: 26 Maret, 2010

Rumah Sakit Umum A. Yani.
Metro – Lampung Tengah.

Saat itu aku masih tercatat sebagai salah satu siswa di Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Beberapa kejadian masih teringat sampai sekarang. Atau teringat lagi tepatnya …

Seorang laki-laki lusuh yang kelihatan sekali orang kampung. Berdiri kebingugan tidak tahu di mana dia harus mendaftar untuk berobat.

Sepasang suami istri – setidaknya begitulah menurutku – berdiri kebingungan di depan apotik karena uangnya kurang untuk menebus resep obat.

Seorang pemuda datang dan bertanya, apakah test laboratorium ini memang harus dilakukan? Kenapa? Biayanya saya gak punya mas.

Kali lain, orang yang lain lagi, berdiri kebingungan di dekat kantin Rumah Sakit. Istrinya harus dirawat … tetapi dia tidak membawa memiliki uang.

***

Sore ini, aku teringat kembali kejadian – kejadian itu.

“Maaf mbak, uangnya gak ada kalau  265 ribu. Tadi udah dipakai untuk bayar pendaftaran”
“Adanya berapa?”
“Cuma ada 200 ribu mbak.”
Perempuan petugas apotik itu menghilang. Tidak lama kemudian dia balik lagi.
“Ya sudah. Seratus sembilan puluh lima saja.”
“Dengan harga segitu, obat apa yang belum ketebus ya mbak?”
Wanita itu memandang laki-laki di depannya seakan melihat manusia berkepala kuda.
“Katanya uangnya gak cukup. Gimana sih?” Kali ini suaranya agak meninggi.

Laki-laki itu kembali ke tempat duduk. Masih setengah bingung. Apakah obatnya yang dikurangi atau memang harganya bisa kurang.

Percakapan berikutnya.

“Pak … ini dibawa ke laboratorium. Bayar dulu ke tempat pendaftaran yang tadi ya …”
Laki-laki itu menemui tetangga yang mengantarnya ke rumah sakit. Setelah bicara bisik-bisik, dia kembali ke tempat pendaftaran dan membayar biaya laboratorium.

“Pak … silahkan dibayar biaya rongetn-nya, lalu nanti kembali ke sini dan ibu langsung dipindah ke ruang ruang rawat inap.”

Lagi-lagi berulang. Kali ini lelaki itu menerima uang dari anak sang pengantar. Di tangannya masih ada resep – infus – yang harus ditebus.

Sore ini aku teringat lagi kejadian-kejadian Itu.
Bedanya .. kali ini – akulah laki-laki itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Blog Stats

  • 34,601 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: