kuceritakan pada dunia

Selamat jalan bung …

Posted on: 1 Februari, 2015

Yantje M. Wattimena

Yantje M. Wattimena

Jujur, saya tidak terlalu dekat dengan adik ipar saya yang satu ini. Bukan karena ada masalah di antara kami. Tapi lebih dikarenakan kami jarang ketemu. Jarak antara Cibinong – Condet (yang sebenarnya tidak terlalu jauh), tidak membuat kami sering ketemu. Dan kalaupun ketemu – di rumahnya di Condet, tidak juga membuat kami banyak ngobrol. Hanya ngobrol seperlunya.

Yang jelas, yang masih saya ingat sampai sekarang, kalau saya datang, dia akan sibuk membuat saya merasa, bahwa saya adalah tamu yang penting. Tamu adalah raja, berlaku di rumahnya.

“Mas .. mau makan mas? Kopi … kpoi ….. Ada roti. Mau? Seperti kalau kita menghubungi call center, kalimat-kalimat itu selalu meluncur dengan logat Ambon yang khas. Mirip template. Tidak banyak berubah. Selalu itu yang ditawarkan. Mau makan? Mau Kopi? Bedanya dengan salam yang diucapkan oleh call center, orang Ambon yang memelihara kumis dan jenggot panjang ini, mngucapkan dan menawarkannya dengan ketulusan hati. Saya bisa merasakan itu ….

Dan ketika dia sudah menyuguhkan kopi, biasanya kami jarang berbincang lagi. Dia akan asyik nonton berita di TV dan saya paling ikutan nonton berita sambil menikmati kopi suguhannya. Sesekali saya akan mengomentari berita. Dan dia – biasanya – akan berkomntar pendek.

Tidak berbeda kalau sekali waktu dia datang ke rumah kami di Cibinong. Setelah basa-basi menanyakan kabar, dia akan langsung menonton berita dan saya juga akan langsung ‘sibuk’ di depan komputer, seperti biasa. Tidak banyak yang kami bicarakan. Mungkin memang tidak ada topik yang pas untuk kami obrolkan.

Obrolan terpanjang saya malah terjadi ketika dia sudah tidak sadar. Itu juga kalau masih bisa dibilng sebagai sebuah obrolan.

Semenjak kejang di rumah saya, sepulangnya dari operasi di sebuah Rumah Sakit di kawasan Jatinegara, Adik ipar saya ini tidak sadar. Ketika dipindahkan ke RSCM, setelah beberapa hari dirawat di sebuah RS swasta di Cibinong, kondisinya juga masih dalam keadaan sama sekali tidak sadar. Setelah dirawat di RSCM, kondisinya sedikit membaik, namun kesadarannya belum pulih, bahkan ketika pihak Cipto menyatakan dia sudah boleh pulang.

Dibawa ke Cibinong, kondisinya masih belum sadar. Makanan dan obat harus dimasukkan melalui selang yang terpasang di hidungnya. Buang air kecilnya juga masih harus menggunakan kateter. Di bagian bawah punggungnya juga ada luka yang cukup besar karena kelamaan berbaring karena sakitnya.

Saya masih ingat. Malam itu … entah kenapa, ketika saya mau memiringkan posisi kepalanya, matanya dalam keadaan terbuka dan menatap saya. Apakah mungkin hanya perasan saya saja, saya merasa dia terlihat ingin menyampaikan sesuatu.

Dan saat itulah, saya merasa ‘ngobrol’ sama dia. Saya ngobrol sambil memandang ke arah matanya. Dan entah kenapa, di akhir ‘obrolan’ itu, saya banjir air mata. Dan saya melihat matanya juga tidak berbeda. Menggenang penuh air mata. Saya mengakhiri obrolan malam itu dengan mencium pipinya sekilas. Sedikit lebih lama .. saya cium keningnya. Saya meninggalkan kamar belakang dengan dada yang masih terasa sesak.

Dan tanggal 30 Januari 2015 kemarin, Tuhan berkenan menghentikan penderitaan sakitnya dan memanggilnya kembali pulang ke keabadian di surga.

Selamat jalan bung ….

2 Tanggapan to "Selamat jalan bung …"

Ikut dukacita, semoga si bung Yantje M. Wattimena tenang di alam sana, aamin.

This blog post is unintelligent, rude and unbelievably appalling. Click https://twitter.com/moooker1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Blog Stats

  • 34,589 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: