kuceritakan pada dunia

Archive for the ‘detha’ Category

  • In: angga | detha | rosa
  • Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Siang itu bidadariku menelepon. Aku sedang berkonsentrasi penuh memilah-milah email yang nyangkur di server kantor.

“Bapak … masa Detha gak boleh main komputer?” suara bidadariku terisak.

“Kenapa?” aku mengalihkan pandangan dari layar monitorku ke seberang jalan. Sejenak mataku menemukan kesegaran memandangi kehijaun pohon di seputar taman proklamasi.

“Detha juga gak boleh nonton TV dan main ke luar.”

“Yang bilang gak boleh siapa? Ibu?” Sudah seringkali bidadariku berebut main game di komputer dengan sang jagoan. Tapi masa iya sih sampai melarang adiknya main ke luar dan nonton tv segala?

“Ibu yang ngelarang.” Suaranya sewot.

“Kenapa?” Dalam bayanganku pastilah ibunya punya alasan yang kuat sampai menjatuhakn hukuman seperti itu. Apalagi ini kan musim liburan.

“Kamu ada salah apa? Apa kata ibu? Coba .. kasih teleponnya ke ibu, biar bapak tanya ke ibu.”

“Ibunya gak ada.” jawabnya.

“Masa kamu gak tahu, kenapa gak boleh main? Kamu gak tanya?” Agak aneh juga kalau sampai Detha gak tanya, karena biasanya dia yang paling bawel. Baca entri selengkapnya »

Rosa & DethaJalan proklamasi sudah mulai lengang. Kendaraan hanya satu dua yang melintas di jalanan depan kantor saat itu. Hampir mitnait, ketika aku berpamitan kepada seorang satpam yang terkantuk-kantuk di pos depan. Aku pulang malam lagi. Dan itu artinya aku tidak pulang ke cibinong tapi pulang ke matraman ke rumah mertua.

Aku mulai berasa bahwa aku demikian jahat. Dengan alasan rumah jauh, aku seringkali memilih menggeletak sendirian di depan tipi daripada bertemu dengan keluargaku. Bercanda dengan Detha. Atau saling bertukar cerita dengan Rosa.

Aku ingat ketika dulu pertama kali pindah ke Cibinong sekitar 10 tahun yang lalu. Jam setengah empat pagi dah bangun langsung mandi. Jam 5 kurang seperempat dah menuju ke jalan raya (waktu itu kami tinggal di bagian dalam komplek perumahan) menunggu angkot. Kadang-kadang berjalan lebih jauh lagi supaya bisa ikut bis jemputan karyawan yang bayarnya lebih murah.

Pulangnya aku ikut berdesak-desakan di bis supaya segera sampai di UKI. Di sana aku masih harus berebutan di tengah jalan supaya bisa ikut naik bisa karyawan yang tidak berani minggir. Kami harus masuk ke dalam bis yang berjalan pelan di tengah keramaian jalan di UKI.

Setidaknya, dulu, aku masih bisa selalu ikut doa Rosario setiap bulan Mei dan bulan Oktober. Walaupun ada kalanya kdang-kadang telat dan seringkali hrus langsung menuju ke tempat doa tanpa sempat mampir ke rumah dan mandi dulu. Hehehehe

Tapi sekarang, ketika angkutan umum makin banyak aku malahan seringkali tidak pulang. Dan selalu menggunakan alasan capek. Mungkin aku memang capek. Aku toh tidak bisa melawan usia yang terus bertambah. Dan hari-hariku menjadi seperti bujangan yang indekost dan pulang setiap akhir pekan.

Huh. Kadang aku berpikir juga, kehidupan macam apa yang sedang kujalani sekarang ini?

Baca entri selengkapnya »

ngambek.jpgSenja beranjak turun. Gelap merambat memeluk bumi. Malam mengintip dari balik rimbunan batang bambu yang meranggas. Gerah …

Aku mencelupkan kain pel dan memerasnya perlahan. Lalu melanjutkan mengepel ruang tamu kami yang tak seberapa luas. Sesekali aku mendengar tangisan dari balik kamar.

Terisak …
Lirih …

Ketika untuk kesekian kalinya aku membilas kain pel lagi, sekelebat ingatan menyeruak. Ingatan tentang sepasang mata yang basah oleh air mata dan menatap tajam ke arahku. Dari  bibir mungil pemilik sepasang mata itu, yang akhir-akhir ini senang sekali menyenandungkan lagu “Allah Peduli”, terasa sekali menghunjamkan amarah langsung kepadaku.

BAPAK JAHAT!!!” Tangisnya pecah dan dia berlari, menyembunyikan tangisnya di dalam kamar.

Aku menghela napas …

Baca entri selengkapnya »


RSS Catatan Lain

Arsip

RSS Yuk Nulis

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kicauan-ku

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Blog Stats

  • 35,957 hits
Diabetes mellitus

DIABETES MELLITUS

%d blogger menyukai ini: